Minggu, 30 September 2012

Manusia Tetap Manusia..

Teringat komentar seorang teman lama saat melihat gaya berpakaianku sekarang. "Pake gamis sekarang Bi'..?" sambil mesam-mesem. Aku cuma jawab,"Yaa..aku kan kerja di UIN buk.."
Sebenarnya bukan itu alasannya. Tapi aku memaklumi komentar itu, mengingat dulu di jaman jahiliyahku, meski sudah memakai penutup kepala (bukan jilbab apalagi hijab, syukur2 lehernya ga ngintip), gayaku memang celana jins (meski tidak ketat tapi boyish), kemeja atau kaos yg juga boyish, dan seringkali sepatu kets. Aku memang "kurang perempuan" dulu (sekarang sudah agak "lebih perempuan" kurasa).
Tapi manusia memang harus berubah kan.. Memperbaiki diri dari waktu ke waktu, meski pakaian yg Syar'i bukan jaminan prilaku dan hati yg Syar'i pula, tapi setidaknya ada usaha dan ada "tameng" atas perbuatan yg tidak Syar'i dgn berkaca dan berkata,"Hei...lihat pakaianmu.. Sesuaikan prilakumu dgn pakaianmu.."
Pun harus kuakui pula bahwa terkadang aku pun masih suka sedikit "terpeleset". Semua itu karna kita hanya manusia dan sebaik-baik apapun seorang manusia berubah, dia tidak akan pernah berubah menjadi MALAIKAT...

Sabtu, 29 September 2012

Di Sisa Hidupku

Aku tak butuh malam minggu untuk kuhabiskan bersamamu saat ini. Aku butuh setiap malam untuk kuhabiskan bersamamu di sisa hidupku.

Selasa, 25 September 2012

Mencintai (DAN) ATAU Dicintai

Kalau ada orang bilang lebih baik dicintai daripada mencintai, sebenarnya tidak juga. Karna jika kita hanya dicintai, kita menjalani hubungan itu tidak ikhlas juga. Dan kalau dibilang "aku mencintaimu tanpa peduli engkau mencintai atau tidak", itu juga kurang tepat. Karna apa yg kita lakukan akan sia-sia saja dan pada akhirnya percayalah kita pasti akan kecewa, seberapapun murninya kita merasa mencintai itu. Maka kondisi yg paling tepat adalah SALING mencintai, karna dgn begitu kita sanggup membahagiakan satu sama lain tanpa merasa berat sedikitpun. Percayalah bahwa Tuhan telah menetapkan kadar itu dgn tepat, kelak dgn orang yg tepat pula..

Sabtu, 22 September 2012

Berani Bertindak


Tidak berani mengambil risiko dan tidak berjiwa besar atas konsekuensi yg akan terjadi akibat sebuah tindakan adalah hal yg seringkali menjadi penghambat seseorang untuk bertindak. Mereka mencari aman dgn tidak melakukan apa-apa dan hanya berdoa semoga waktu yg menjawabnya. Mereka memang aman, tapi mereka kehilangan kesempatan yg mungkin datang jika mereka bertindak. Apalagi jika kesempatan itu nyata-nyata berada di depan mata namun disia-siakan, maka jangan lagi berharap-harap Tuhan memberi kesempatan karna kadang kesempatan tidak datang dua kali. Jadilah orang yg berani mengambil risiko, biar sakit, biar luka, biar sedih, biar menangis, biar ditolak, tapi setidaknya kita pernah melakukan sesuatu; daripada tidak pernah menangis karna memang tidak pernah melakukan apa-apa.

Selasa, 07 Agustus 2012

Yang Tak Pasti

Aku merindukan seseorang yang entah siapa
Dalam naungan rasa yang entah apa
Di suatu waktu yang entah bila

(07082012:19.57)

Senin, 06 Agustus 2012

Kekuatan yang Lemah dan Kelemahan yang Kuat..

Aku menjadi kuat di saat terlalu lemah, dan aku menjadi lemah di saat terlalu kuat...

Kamis, 02 Agustus 2012

Pencarian

Aku mencari yang mencariku
Dalam kepingan hati yang berserakan
Menunggu untuk disatukan kembali
Dalam keutuhan yang abadi

(02082012)